Tips Pintar Mencermati Informasi Hoax di Internet

575 views

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah menutup ratusan ribu situs yang menyebarkan radikalisme, ujaran kebencian, hasutan serta berita hoax. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendukung langkah Kemkominfo tersebut.

“Kemkominfo sudah menghapus lebih kurang 800.000 situs-situs yang bersifat fitnah. Ini patut diapresiasi,” kata Tjahjo, Senin (16/1).

Tjahjo juga mengingatkan masyarakat agar tidak serta merta ikut menyebarkan informasi hoax melalui media sosial (medsos) seperti WhatsApp.

“Kalau ada dapat WA (WhatsApp) yang sifatnya tidak jelas, hati-hati, jangan langsung diteruskan ke teman-teman. Ini yang harus diperhatikan, harus bisa memilah-milah informasi mana yang fitnah dan mana yang kritik membangun, mana yang saran, kita harus bisa memilah,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia memang negara demokratis yang setiap warga negara bebas mengeluarkan pendapat. “Tapi, jangan kita menghina, menghujat apalagi menghina lambang negara, ada aturan hukum yang bisa menjerat kita, kita harus hati-hati mencerna berbagai macam berita-berita,” ujarnya.

internet cirebon tips atasi berita hoax

Dan berikut ini tips agar Anda terhindar menjadi korban berita hoax.

Cek Sumber Berita

Pengguna bisa memeriksa siapa sumber informasi dan melakukan konfirmasi secara langsung. Dengan memanfaatkan mesin pencari, pembaca juga bisa membandingkan kebenaran suatu berita dilihat dari sumber-sumber terpercaya lainnya.

Kenali Situs Palsu

Cari tahu situs tempat informasi itu di-posting, pelajari, dan pastikan apakah situs tersebut isinya merupakan berita berdasarkan fakta atau informasi yang tidak benar.

Hindari Website Mencurigakan

Website yang belum diketahui asal-usulnya sebaiknya ditelusuri terlebih dahulu saat ia memberitakan sebuah informasi. Jangan membagikan berita dari situs yang tidak dikenali agar kabar hoax itu tidak menjadi viral.

 Periksa Berita dalam Bahasa Inggris

Beberapa artikel hoax bisa bermula dari luar negeri. Maka pengguna bisa memeriksa apakah artikel yang dicurigai hoax itu muncul di situs-situs asing. Berita hoax telah dibuktikan kebohongannya oleh situs luar negeri, namun bisa saja penyebar hoax lokal mengangkatnya kembali.

(sumber)