Pembuktian Veteran

316 views

LONDON – Keberuntungan berpihak kepada Chelsea pada first leg semifinal Liga Champions melawan Barcelona di Stamford Bridge, kemarin dini hari. Hanya punya empat tembakan sepanjang laga, mereka unggul 1-0 (1-0) atas Barcelona.
Terlepas dari prosesnya, kemenangan itu membuat peluang Chelsea melaju ke final Liga Champions lebih terbuka. Setidaknya mereka hanya butuh hasil imbang ketika bertandang ke Nou Camp, markas Barca –sebutan Barcelona- pada second leg semifinal (24/4).
Striker asal Pantai Gading Didier Drogba menjadi penentu kemenangan dengan golnya pada menit ke-45. “Inilah sepak bola dan saya pikir kami memang sedikit beruntung. Anda bekerja untuk keberuntungan dan dia datang, maka terjadilah,” kata Drogba, seperti dikutip Telegraph.
Bagaimana tidak beruntung, Barca menguasai permainan dengan penguasaan bola 79 persen. Peluang tim tamu juga sangat banyak. Mereka mencatat 24 tembakan dan enam di antaranya tepat mengarah ke gawang Chelsea yang dikawal Petr Cech.
Bagi Drogba, gol tersebut menunjukkan bahwa dirinya belum habis. Itu pembuktian atas keragu-raguan Chelsea memperpanjang kontraknya yang habis di pengujung musim ini. “Buat mereka yang mengatakan saya terlalu tua, mereka bisa melihat saya bisa berlari paling tidak satu, dua, atau tiga tahun lagi di lapangan,” jelas Drogba.
Liga Champions musim ini menjadi momen emas bagi para veteran Chelsea seperti Drogba, Frank Lampard, Paulo Ferreira, John Terry, dan Florent Malouda. “Saya ingin mempersembahkan gelar buat para pemain senior,” kata Juan Mata, winger Chelsea, seperti dikutip Goal.
Hanya, Chelsea belum aman. Kemenangan 1-0 belum cukup buat mereka. “Ini hasil hebat buat kami. Anda harus bertahan melawan mereka. Itulah yang dilakukan AC Milan dan Real Madrid. Kami harus mampu menyelesaikan setiap peluang. Saat ini, kans lolos kami adalah 50-50,” jelas Roberto Di Matteo, manajer interim Chelsea.
“Masih ada second leg yang akan dimainkan di kandang lawan dan kami semua tahu itu akan sangat sulit,” lanjut Di Matteo.
Bila Chelsea puas dengan hasil itu, Barca tentu kecewa berat. “Hasil itu memang tidak adil, tetapi Chelsea adalah tim yang mampu mengambil keuntungan atas kesempatan yang mereka miliki,” terang Andres Iniesta, gelandang Barcelona, seperti dikutip Goal.
“Kami memang banyak membuang peluang di depan gawang lawan. Tetapi, masih ada kesempatan di laga kandang. Kami harus lebih efektif dalam menyelesaikan peluang pada laga kedua nanti. Saya yakin, kami lolos,” kata Iniesta.
Hanya, konsentrasi Barca akan terbagi sebelum second leg. Mereka harus bertarung di el clasico melawan Real Madrid (21/4) dan itu adalah pertandingan yang bisa menentukan hasil akhir kompetisi musim ini di Liga Primera.
“Memang agak aneh (karena kalah). Ini bukan hasil yang kami cari, tetapi mending kami bersiap untuk second leg. Saya tidak berpikir kami belajar banyak dari Chelsea, karena mereka hanya bertahan dan melakukan serangan balik, bukan hal baru,” kata Thiago Alcantara, gelandang muda Barca kepada UEFA.com.
Bila Barca disibukkan dengan persiapan el clasico, Chelsea juga tidak kalah sibuk. Mereka harus bertarung dengan Arsenal di Emirates Stadium pada pekan ke-35 Premier League. Mereka butuh kemenangan untuk mengejar ketertinggalan menuju empat besar. (ham)

View the original article here