Desa Majasari Indramayu Meraih Peringkat 1 Desa Nasional

717 views

Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Indramayu, kini tenar setelah meraih peringkat I lomba desa tingkat nasional 2016.

Padahal, delapan tahun silam desa itu masuk kategori tertinggal. Kepala Desa Majasari Wartono SPd MSi sempat ciut ketika wilayahnya harus bersaing dengan desa-desa terpilih dari berbagai provinsi se-Indonesia.

ZONA-CCTV-CCTV-di-Desa-Majasari-Indramayu-bisa-di-pantau-melalui-smartphone

Perjuangan Desa Majasari untuk menjadi desa terbaik se-Indonesia tidaklah mudah. Bahkan, saat itu tak sedikit warga yang berinisiatif untuk ikut membangun desa secara swadaya. ”Saya memegang prinsip, kalau melibatkan masyarakat, sense of belonging warga terhadap fasilitas umum akan lebih tinggi. Mereka secara tidak langsung akan ikut merawat fasilitas yang dibangun bersama-sama itu,” kata Kuwu (Kepala Desa) Wartono saat ditemui Radar Cirebon, Kamis (25/8).

Untuk memotivasi masyarakat dan aparat agar membangun Desa Majasari sehingga menjadi lebih baik, cara lain yang ditempuh Wartono adalah aktif mengikuti berbagai perlombaan. Sebab, menurut dia, dengan mengikuti perlombaan, masyarakat dan aparat desa ”dipaksa” untuk memperbaiki diri.

Strategi Wartono itu cukup berhasil. Pada 2010, Desa Majasari berhasil meraih peringkat I lomba desa tingkat Kabupaten Indramayu. Sayang, saat bertanding di tingkat Jawa Barat pada 2011, Majasari hanya menjadi juara harapan I. “Setelah itu, kami tidak boleh ikut lomba desa tingkat kabupaten dulu. Kami juga berfokus memperbaiki kekurangan-kekurangan kami,” lanjut dia.

Pemdes Majasari telah mengembangkan TI (teknologi informasi) di tingkat desa dengan menyediakan layanan free wifi di empat titik. Yakni, kantor desa, taman desa, kandang peternakan sapi, dan warnet. Selain itu, Desa Majasari menyediakan radio komunitas yang dikelola pemuda desa dan Pantau CCTV dengan Smartphone.

Terobosan lain yang cukup menarik adalah pemasangan CCTV yang bisa di Pantau dengan Smartphone di delapan titik di desa itu. Bukan asal pasang, CCTV bisa dipantau langsung dari smartphone milik Wartono dan perangkat desa lainnya. CCTV itu juga bisa dipantau langsung oleh Kapolsek dan camat Sliyeg. “Pak Kapolsek dan Pak Camat kita beri akses untuk bisa memantau Majasari melalui handphone masing-masing,” ungkapnya.

Hal tersebut dilakukan karena letak geografis Desa Majasari berada di jalur perlintasan wilayah pusat perekonomian dengan pusat pemerintahan Indramayu. Dengan posisi seperti itu, Wartono khawatir Desa Majasari menjadi tempat pelarian orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Ada CCTV ini ternyata membawa hasil. Tak jarang pihak kepolisian meminta rekaman CCTV untuk mengungkap kasus kejahatan,” tandas dia.

Akhirnya, dari serangkaian penilaian, baik secara langsung maupun presentasi di Jakarta, Desa Majasari dinyatakan sebagai peraih peringkat I tingkat nasional. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pada 15 Agustus lalu.

Sumber : zonacctv.com

Tags: #cctv #desa #indonesia