Fuchsia, Calon Sistem Operasi Terbaru dari Google

238 views

Saat ini, kabarnya Google tengah dalam proes mengerjakan sebuah proyek baru yang dirumorkan akan menjadi sistem operasi terbaru yang bakal siap diluncurkan oleg Google, sistem operasi ini diberi nama Fuchsia. Keberasaan sistem operasi ini memang masih dirahasiakan oleh Google, namun keberadaannya tercium di Gitchub dan di penyimpanan kode miliki Google sendiri.

GitHub sendiri merupakan layanan penyimpanan proyek software bersama berbasis Git. Di situs itu, muncul sebuah proyek baru yang dideskripsikan sebagai "Pink + Purple = Fuchsia (a new Operating System)" dengan deskripsinya tercantum alamat situs Google Source.

Fuchsia-OS-Bakal-Jadi-Sistem-Operasi-Google-Selanjutnya

Meskipun demikian, masih belum diketahui apa fungsi dan kegunaan dari sistem operasi terbaru ini. Public pun hanya menduga-duga terkait sistem operasi yang kemungkinan besar akan dipakai oleh google sebagai perantara untuk menyatukan sistem Android dengan Chrome OS. Kabar penyatuan ini bukan pertama kalinya muncul. Kabar yang beredar pada tahun lalu, OS terbaru milik Google ini dikabarkan akan diluncrkan pada tahun depan. Namun berdasar dugaan lain, Fuchsia adalah OS yang dapat digunakan untuk perangkat Internet of Things.

Pasalnya, Fuchsia tak berbasis Linux layaknya sistem operasi Google yang sudah-sudah. Mediator software-hardware pada Fuchsia menggunakan Magenta yang merupakan hasil dari proyek bernama LittleKernel yang khusus dirancang untuk IoT.

Magenta ini didesain untuk bisa digunakan pada embedded sistem seperti FreeRTOS atau ThreadX. Kernel ini didesain untuk dapat menyesuaikan ukuran dengan lebih baik sehingga bisa digunakan pada perangkat embedded, ponsel pintar hingga komputer desktop. Hal ini semakin memperkuat dugaan Fuchsia dalam pemakaian perangkat berbasis IoT. Spekulasi lainnya mengungkapkan kalau Fuchsia ini bakal dipakai untuk interface berbasis augmented reality.

Untuk sistem operasinya sendiri, Google nampak menggunakan Flutter untuk antarmuka, dengan Dart sebagai bahasa pemrograman utamanya. Pelengkapnya adalah Escher, renderer yang mendukung efek seperti light diffusion dan soft shadows, dengan OpenGL atau Vulkan.

Sistem operasi ini mendukung prosesor ARM 32-bit maupun 64-bit, juga komputer 64-bit.

(harianpost)

Tags: #google